Aku masih ingat waktu itu saya dan Aba sedang duduk-duduk di ruang tamu rumah. Tiba-tiba seorang laki-laki datang, sambil membawa jam dinding bergambar masjid dengan ukiran kaligrafi yang ukurannya sekitar 3x2 meter, memberi salam yang ternyata ia adalah salah seorang mahasiswanya. Setelah berbincang dengan Aba, ternyata dia sedang kesusahan dan meminta dengan penuh harap agar dosennnya (Abaku) bisa membantunya untuk membayar uang kuliahnya dengan cara membeli jam dinding yang dibawanya. Akhirnya Abaku masuk ke kamarnya dan mengambil beberapa lembar uang sesuai yang dibutuhkan mahasiswa itu. Saat Abaku memberinya uang, mahasiswa itu sangat berterima kasih dan segera pulang. Tiba-tiba Ummi datang dan menanyakan kejadian itu. Saat itu Ummi marah dan bilang ke Aba “kalau uang semakin menipis, berhubung waktu itu akhir bulan, lagian jam dinding di rumah sudah banyak.” Namun, apa kata Aba??? “Apa salahnya kita membantu orang? Dia lagi kesusahan, mungkin suatu saat nanti saat kita lagi kesusahan dialah yang datang membantu kita. Masalah uang, tenang saja, Insya Allah rezeki Allah selalu datang dari arah yang tidak kita duga-duga.
Kejadian seperti ini tidak hanya sekali. Namun, berkali-kali dengan mahasiswa yang berbeda dan datang dengan barang yang berbeda pula. Bukan hanya jam dinding saja yang menjadi sasaran mahasiswanya untuk dijual, bahkan sarung menjadi salah satu modal untuk dijual kepada dosennya. Subhanallah….!!!
Masih adakah orang yang berhati mulia seperti dia??? Masih adakah dosen yang berbelas kasih kepada mahasiswanya untuk sekedar membantunya membayar uang kuliahnya???
Namun, betul kata Abaku “mungkin suatu saat nanti saat kita lagi kesusahan dialah yang datang membantu kita”. Saat Abaku ingin memperbaiki rumahnya dan menata halaman depan rumah untuk ditanami berbagai macam tanaman obat-obatan dan bunga. Para mahasiswanya datang silih berganti untuk membantunya tanpa Abaku meminta. Subhanallah….!!!
Masih adakah mahasiswa yang berterima kasih kepada dosennya saat dibantu meskipun untuk hal yang sepele???
Entri Populer
-
Saat kelas 3 SD. Saat itu, saya belum satu sekolah dengan adikku. Saya sekolah di SDN Inpres BTN Ikip I, sedangkan dia sekolah di SDN Labu...
-
Umamah Taghlubiyah, seorang wanita Arab terpandang dari keluarga yang terhormat, menasihat anaknya, ummu iyas binti Auf. Nasihat ini disam...
-
JERITAN HATI SEORANG KADER Sedih rasanya melihat keadaan ikatanku saat ini. Penuh dengan rasa amarah, kebencian, permusuhan, dan keti...
-
Hari ini, Telah lahir cerita baru, kisah yang baru Bukan dongeng putri salju dan tujuh kurcacinya Bukan legend...
-
Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya mementingkan diri sendiri; Bagaimana pun maafkanlah. Bila engkau baik hati, bisa saja...
-
Aku masih ingat waktu itu saya dan Aba sedang duduk-duduk di ruang tamu rumah. Tiba-tiba seorang laki-laki datang, sambil membawa jam dindin...
-
Jum’at, 25 Januari 2013 Hari ini mengingatkanku kembali pada kejadian 12 tahun silam. Tak terasa ternyata kejadian itu sudah lama, nam...
-
Bingung sendiri mau nulis apa...ckckck.... cuman mau bilang.... "Love u Mom...!!!" buat Ummiku tercinta yang tiap pagi membuatkank...
-
Tiba-tiba rasa rindu merasuki jiwaku.... Lama tak ku sapa "beliau".... Lama tak ku jenguk "beliau".... Hatiku mulai b...
-
Tiba-tiba saja ku dengar suara anak kecil menangis saat ku sedang asyik membaca jurnal-jurnal penelitian di kamar Ummi. "Mmm...siapa la...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar